.
Berbicara mengenai keamanan dalam teknologi informasi (TI) biasannya tidak terlepas dari 3 prinsip, yaitu integrity, confidentiality, dan availability. Ketiga aspek keamanan ini sering disingkat menjadi CIA. Berikut penjelasan lebih detailnya mengenai 3 prinsip tersebut.
Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.
Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.
Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau system transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.
Akses terhadap informasi juga harus dilakukan dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Tingkat keamanan dari mekanisme otorisasi bergantung kepada tingkat kerahasiaan data yang diinginkan.
Integrity
Integrity merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement.
Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperti misalnya dengan menggunakan message authentication code, hash function, digital signature.
Availability
Availability merupakan aspek yang menjamin bahwa data tersedia ketika dibutuhkan. Dapat dibayangkan efek yang terjadi ketika proses penawaran sedang dilangsungkan ternyata sistem tidak dapat diakses sehingga penawaran tidak dapat diterima. Ada kemungkinan pihak-pihak yang dirugikan karena tidak dapat mengirimkan penawaran, misalnya. Hilangnya layanan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari bencana alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), kesalahan sistem (server rusak, disk rusak, jaringan putus), sampai ke upaya pengrusakan yang dilakukan secara sadar (attack). Pengamanan terhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem backup dan menyediakan Disaster Recovery Center (DRC) yang dilengkapi dengan panduan untuk melakukan pemulihan (Disaster Recovery Plan).
Sumber:
[1]
skip to main |
skip to sidebar

Beberapa teman saya mengeluh setelah menginstall oracle 10g, yang biasa digunakan untuk mendukung tugas praktikum. Keluhan itu disebabkan karena setelah menginstall oracle kinerja komputer atau leptop menjadi lambat. Jalan pintasnya adalah dengan uninstall software tersebut. Tapi setelah di uninstall kinerja masih tetap lambat. Mungkin masih banyak yang merasa kerepotan dengan cara Uninstall oracle. Karena tidak bisa dilakukan semudah kita uninstall program lain dengan control panel atau software uninstaller 3rd party.
Pengalaman bahwa setelah meng-uninstall oracle masih ada sisa-sisa instalan yang masih bekerja dan terpakai pada komputer atau leptop. Menyebabkan kinerja komputer menjadi lambat dan terganggu karena services-nya mengambil RAM yang cukup besar.
Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk uninstall oracle 10g sampai ke akar-akarnya. Semoga dapat membantu kalian:
1. Uninstall software Oracle 10g lewat Control panel : Control panel -> Add/Or Remove Program -> Remove Oracle 10g
2. Matikan service Oracle 10g : Run -> services.msc -> Matikan seluruh service Oracle 10g
3. Hapus seluruh registry di regedit : Run -> regedit -> Hapus file berikut:
- HKEY_CURRENT_USER\Software\Oracle
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM\CurrentControlSet \ Services \ OracleDBConsoleorcl
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleJobSchedulerORCL
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1iSQL*Plus
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1SNMPPeerEncapsulator
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1SNMPPeerMasterAgent
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1TNSListener
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleServiceORCL
4. Restart komputer.
5. Hapus File dan directory Oracle 10g tempat instalasi Oracle.
6. Tidak lupa file yang ada di direktori C:\Program Files\Oracle juga perlu dihapus.
Jadi, anda tidak perlu takut lagi untuk menginstall oracle 10g pada komputer atau leptop anda. Karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Jika ada yang ingin mendownload oracle 10g, saya berikan link-nya. Klik disini.

Pameran Mega Bazaar Computer 2010 dibuka secara serempak di tujuh kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.
Pameran ini akan digelar selama lima hari, mulai dari 3-7 Maret 2010 di Jakarta Convention Center, Graha Manggala Siliwangi Bandung, Java Mall dan DP Mall Semarang, Jogja Expo Center Yogyakarta, Dome-Universitas Muhammadiyah Malang, Gramedia Expo Surabaya, dan Celebes Convention Center Makassar.
Di Jakarta, pameran Mega Bazaar ke-16 digelar bersamaan dengan pameran industri fotografi Focus Jakarta Photo & Digital Imaging Expo 2010. Tak hanya memamerkan produk-produk terbaru di industri fotografi, pameran ini juga menggelar workshop, seminar, serta kompetisi foto. Mega Bazaar 2010 memilih tag ‘Bazaar Bezar Bezaran’.
Mega Bazaar kali ini juga diisi oleh sejumlah vendor ternama global maupun lokal, sebut saja Acer, Toshiba, Dell, Asus, Zyrex dan lain sebagainya. Tidak hanya vendor komputer, booth juga diisi oleh operator seperti XL, Indosat dan Telkomsel yang menjual beragam keperluan seperti modem, atau ponsel.
Pameran ini merupakan pameran komputer di awal tahun sehingga memilih tema ‘hard selling’, Tidak heran mengapa pihak penyelenggara memilih tema tersebut. Karena nilai tukar dolar terhadap rupiah saat ini terhitung cukup rendah. Pameran ini diikuti oleh tidak kurang dari 100-an peserta. Sementara di hari pertama, pengunjung yang datang ke pameran sudah cukup banyak.
Walaupun ditempat lain digelar Sidang paripurna kedua di gedung MPR-DPR Senayan, yang jaraknya tidak jauh dari tempat diadakannya pameran. Sudah tentu akses jalan menuju senayan dikepung oleh demo besar-besaran yang berimbas pada padatnya lalu lintas, namun itu tidak mengurang antusiasme warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengikuti Mega Bazaar Komputer 2010.

Terbukti bahwa pameran ini disesaki pengunjung sejak jam 10 pagi, bahkan pengunjung semakin ramai menjelang sore hari. Pengunjung yang datang seolah merasa tidak peduli dengan aksi demo yang jarak antara JCC dengan gedung DPR cukup dekat.
Namun demikian, penyelenggara belum dapat mengungkap target pengunjung Mega Bazaar kali ini. Tahun lalu, Mega Bazaar 2009 menargetkan tidak kurang dari 150 ribu pengunjung.
[Sumber]

Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Mei 2011
Kamis, 17 Maret 2011
Perbandingan Cyber Law dengan Computer Crime Action
.
Pada tulisan bulan yang lalu mengenai kasus-kasus cyber crime atau computer crime, saya sempat menyinggung sedikit mengenai cyber law. Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan lebih rinci tentang cyber law dan computer crime action.
Sebelum membahas cyber law dan computer crime action, saya coba mengangkat lagi mengenai cyber crime. Cyber crime adalah istilah umum (general term), meliputi kegiatan yang dapat dihukum berdasarkan KUHP dan undang-undang lain, menggunakan komputer dalam jaringan internet yang merugikan dan menimbulkan kerusakan pada jaringan komputer (internet), yaitu merusak properti, masuk tanpa izin, pencurian hak milik intelektual, pornografi, pemalsuan data, pencurian, pengelapan dana masyarakat.
Banyak sekali kasus-kasus dari cyber crime yang terjadi dan sangat merugikan dunia bisnis khususnya, dari penipuan, pencurian, peniruan, perusakan data yang terjadi di dunia maya. Hal ini terus terjadi karena untuk saat ini khususnya di Indonesia belum ada hukum yang cukup jelas yang mengatur tentang cyber crime sendiri.
Oleh karena itu sangat di butuhkan hukum yang jelas guna mengatur tindak kejahatan maya ini baik yang bersifat internasional maupun nasional agar dapat mengurangi kerugian dari masyarakat khususnya para pembisnis akibat dari ulah-ulah pelaku cyber crime sendiri.
Dari penjelasan diatas, maka lahirlah suatu istilah yang bernama cyber law.
Pengertian Cyber Law
Cyber law adalah seperangkat aturan hukum tertulis yang berlaku di dunia maya. Cyber law ini dibuat oleh negara untuk menjamin warga negaranya karena dianggap aktivitas di dunia maya ini telah merugikan dan telah menyentuh kehidupan yang sebenarnya (riil). Bila kita melihat bahwa di dunia maya telah ada suatu kebiasaan-kebiasaan yang mengikat ‘masyarakatnya’, dan para Netizens (warga negara dunia maya) telah mengikuti aturan tersebut dan saling menghormati satu sama lain. Mungkin tidak perlu sampai ada cyber law, karena dianggap telah terjadi suatu masyarakat yang ideal dimana tidak perlu adanya ‘paksaan’ hukum dan penjamin hukum.
Secara akademis, terminologi ”cyber law” tampaknya belum menjadi terminologi yang sepenuhnya dapat diterima. Hal ini terbukti dengan dipakainya terminologi lain untuk tujuan yang sama seperti The law of the Inlernet, Law and the Information Superhighway, Information Technology Law, The Law of Information, dan sebagainya.
Di Indonesia sendiri tampaknya belum ada satu istilah yang disepakati atau paling tidak hanya sekedar terjemahan atas terminologi ”cyber law”. Sampai saat ini ada beberapa istilah yang dimaksudkan sebagai terjemahan dari ”cyber law”, misalnya, Hukum Sistem Informasi, Hukum Informasi, dan Hukum Telematika (Telekomunikasi dan Informatika).
Perbandingan Cyber Law (Indonesia) dan Computer Crime Act ( Malaysia) dengan Council of Europe Convention on Cyber Crime (Eropa)
Masing-masing negara memiliki peraturan-peraturan yang pada intinya untuk melindungi masyarakat dari kejahatan dunia maya.
- Cyber Law
Cyber law merupakan sebuah istilah yang berhubungan dengan masalah hukum terkait penggunaan aspek komunikatif, transaksional, dan distributif, dari teknologi serta perangkat informasi yang terhubung kedalam sebuah jaringan. Didalam karyanya yang berjudul Code and Other Laws of Cyberspace, Lawrence Lessig mendeskripsikan empat mode utama regulasi internet, yaitu:
• Law (Hukum) East Coast Code (Kode Pantai Timur) standar, dimana kegiatan di internet sudah merupakan subjek dari hukum konvensional. Hal-hal seperti perjudian secara online dengan cara yang sama seperti halnya secara offline.
• Architecture (Arsitektur) West Coast Code (Kode Pantai Barat), dimana mekanisme ini memperhatikan parameter dari bisa atau tidaknya informasi dikirimkan lewat internet. Semua hal mulai dari aplikasi penyaring internet (seperti aplikasi pencari kata kunci) ke program enkripsi, sampai ke arsitektur dasar dari protokol TCP/IP, termasuk dalam kategori regulasi ini.
• Norms (Norma). Norma merupakan suatu aturan, di dalam setiap kegiatan akan diatur secara tak terlihat lewat aturan yang terdapat di dalam komunitas, dalam hal ini oleh pengguna internet.
• Market (Pasar). Sejalan dengan regulasi oleh norma di atas, pasar juga mengatur beberapa pola tertentu atas kegiatan di internet. Internet menciptakan pasar informasi virtual yang mempengaruhi semua hal mulai dari penilaian perbandingan layanan ke penilaian saham.
- Computer Crime Act (Malaysia)
Cybercrime merupakan suatu kegiatan yang dapat dihukum karena telah menggunakan komputer dalam jaringan internet yang merugikan dan menimbulkan kerusakan pada jaringan komputer internet, yaitu merusak properti, masuk tanpa izin, pencurian hak milik intelektual, pornografi, pemalsuan data, pencurian, pengelapan dana masyarakat.
Cyber Law di asosiasikan dengan media internet yang merupakan aspek hukum dengan ruang lingkup yang disetiap aspeknya berhubungan dengan manusia dengan memanfaatkan tekhnologi internet.
- Council of Europe Convention on Cybercrime (COECCC)
Merupakan salah satu contoh organisasi internasional yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan di dunia maya, dengan mengadopsikan aturan yang tepat dan untuk meningkatkan kerjasama internasional dalam mewujudkan hal ini.
Sumber: [1]...[2]
Pada tulisan bulan yang lalu mengenai kasus-kasus cyber crime atau computer crime, saya sempat menyinggung sedikit mengenai cyber law. Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan lebih rinci tentang cyber law dan computer crime action.
Sebelum membahas cyber law dan computer crime action, saya coba mengangkat lagi mengenai cyber crime. Cyber crime adalah istilah umum (general term), meliputi kegiatan yang dapat dihukum berdasarkan KUHP dan undang-undang lain, menggunakan komputer dalam jaringan internet yang merugikan dan menimbulkan kerusakan pada jaringan komputer (internet), yaitu merusak properti, masuk tanpa izin, pencurian hak milik intelektual, pornografi, pemalsuan data, pencurian, pengelapan dana masyarakat.
Banyak sekali kasus-kasus dari cyber crime yang terjadi dan sangat merugikan dunia bisnis khususnya, dari penipuan, pencurian, peniruan, perusakan data yang terjadi di dunia maya. Hal ini terus terjadi karena untuk saat ini khususnya di Indonesia belum ada hukum yang cukup jelas yang mengatur tentang cyber crime sendiri.
Oleh karena itu sangat di butuhkan hukum yang jelas guna mengatur tindak kejahatan maya ini baik yang bersifat internasional maupun nasional agar dapat mengurangi kerugian dari masyarakat khususnya para pembisnis akibat dari ulah-ulah pelaku cyber crime sendiri.
Dari penjelasan diatas, maka lahirlah suatu istilah yang bernama cyber law.
Pengertian Cyber Law
Cyber law adalah seperangkat aturan hukum tertulis yang berlaku di dunia maya. Cyber law ini dibuat oleh negara untuk menjamin warga negaranya karena dianggap aktivitas di dunia maya ini telah merugikan dan telah menyentuh kehidupan yang sebenarnya (riil). Bila kita melihat bahwa di dunia maya telah ada suatu kebiasaan-kebiasaan yang mengikat ‘masyarakatnya’, dan para Netizens (warga negara dunia maya) telah mengikuti aturan tersebut dan saling menghormati satu sama lain. Mungkin tidak perlu sampai ada cyber law, karena dianggap telah terjadi suatu masyarakat yang ideal dimana tidak perlu adanya ‘paksaan’ hukum dan penjamin hukum.
Secara akademis, terminologi ”cyber law” tampaknya belum menjadi terminologi yang sepenuhnya dapat diterima. Hal ini terbukti dengan dipakainya terminologi lain untuk tujuan yang sama seperti The law of the Inlernet, Law and the Information Superhighway, Information Technology Law, The Law of Information, dan sebagainya.
Di Indonesia sendiri tampaknya belum ada satu istilah yang disepakati atau paling tidak hanya sekedar terjemahan atas terminologi ”cyber law”. Sampai saat ini ada beberapa istilah yang dimaksudkan sebagai terjemahan dari ”cyber law”, misalnya, Hukum Sistem Informasi, Hukum Informasi, dan Hukum Telematika (Telekomunikasi dan Informatika).
Perbandingan Cyber Law (Indonesia) dan Computer Crime Act ( Malaysia) dengan Council of Europe Convention on Cyber Crime (Eropa)
Masing-masing negara memiliki peraturan-peraturan yang pada intinya untuk melindungi masyarakat dari kejahatan dunia maya.
- Cyber Law
Cyber law merupakan sebuah istilah yang berhubungan dengan masalah hukum terkait penggunaan aspek komunikatif, transaksional, dan distributif, dari teknologi serta perangkat informasi yang terhubung kedalam sebuah jaringan. Didalam karyanya yang berjudul Code and Other Laws of Cyberspace, Lawrence Lessig mendeskripsikan empat mode utama regulasi internet, yaitu:
• Law (Hukum) East Coast Code (Kode Pantai Timur) standar, dimana kegiatan di internet sudah merupakan subjek dari hukum konvensional. Hal-hal seperti perjudian secara online dengan cara yang sama seperti halnya secara offline.
• Architecture (Arsitektur) West Coast Code (Kode Pantai Barat), dimana mekanisme ini memperhatikan parameter dari bisa atau tidaknya informasi dikirimkan lewat internet. Semua hal mulai dari aplikasi penyaring internet (seperti aplikasi pencari kata kunci) ke program enkripsi, sampai ke arsitektur dasar dari protokol TCP/IP, termasuk dalam kategori regulasi ini.
• Norms (Norma). Norma merupakan suatu aturan, di dalam setiap kegiatan akan diatur secara tak terlihat lewat aturan yang terdapat di dalam komunitas, dalam hal ini oleh pengguna internet.
• Market (Pasar). Sejalan dengan regulasi oleh norma di atas, pasar juga mengatur beberapa pola tertentu atas kegiatan di internet. Internet menciptakan pasar informasi virtual yang mempengaruhi semua hal mulai dari penilaian perbandingan layanan ke penilaian saham.
- Computer Crime Act (Malaysia)
Cybercrime merupakan suatu kegiatan yang dapat dihukum karena telah menggunakan komputer dalam jaringan internet yang merugikan dan menimbulkan kerusakan pada jaringan komputer internet, yaitu merusak properti, masuk tanpa izin, pencurian hak milik intelektual, pornografi, pemalsuan data, pencurian, pengelapan dana masyarakat.
Cyber Law di asosiasikan dengan media internet yang merupakan aspek hukum dengan ruang lingkup yang disetiap aspeknya berhubungan dengan manusia dengan memanfaatkan tekhnologi internet.
- Council of Europe Convention on Cybercrime (COECCC)
Merupakan salah satu contoh organisasi internasional yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan di dunia maya, dengan mengadopsikan aturan yang tepat dan untuk meningkatkan kerjasama internasional dalam mewujudkan hal ini.
Sumber: [1]...[2]
Minggu, 20 Februari 2011
Kasus-kasus Computer Crime Atau Cyber Crime
.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai kasus-kasus kejahatan komputer (computer crime) atau kejahatan dunia maya (cyber crime). Pertama kita definisikan terlebih dahulu "Apa itu computer crime atau cyber crime?".
Kejahatan Komputer (Computer Crime)
Kejahatan komputer atau computer crime adalah kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan komputer terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komputer saat ini. Beberapa jenis kejahatan komputer meliputi Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer), penyebaran virus, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_komputer)
Secara umum, kejahatan komputer dibedakan atas 2, antara lain:
1. Kejahatan Komputer yang terjadi secara Internal
Pada dasarnya, kejahatan komputer ini dilakukan dengan cara :
• Manipulasi transaksi Input dan Output
Metode-metode yang sering dilakukan untuk memanipulasi transaksi-transaksi input, antara lain :
- Mengubah transaksi
- Menghapus transaksi input
- Memasukkan transaksi tambahan
- Mengubah transaksi penyusuaian
• Modifikasi Hardware dan Software
Tidak seperti kejahatan komputer yang melakukan tindakan manipulasi transaksi-transaksi input, pemodifikasian software/hardware membutuhkan keahlian tertentu dan sangat sulit untuk dilacak. Beberapa metode yang dipakai, adalah:
- Akses pintu belakang
- Logic Bomb (boom logika)
- Pembulatan angka (metode salami)
- Penambahan Hardware
2. Kejahatan yang terjadi secara External
• Hacker
Perkataan ”Hacker” muncul sekitar tahun 1960-an dimana komputer-komputer masih merupakan ”monster” yang besar ukuranya. Pada masa ini komputer merupakan sebuah ”monster yang langka” dan memerlukan perawatan yang seksama. Hacker dapat diartikan seorang yang mengganggu, menjaga dan mengoperasikan komputer. Mereka ini pada umumnya adalah para ahli pendesain dan peneliti dibidang komputer.
Dengan kemajuan teknologi, komputer mulai tersebar tenaga operator dan Programmer bertambah banyak. Pada sekitar tahun 1965 istilah hacker berkembang artinya. Hacker bukan hanya seorang yang mendesain dan menciptakan komputer. Hacker juga berarti orang yang ”bermain-main” dengan komputer, seperti menemukan hal-hal baru dalam penggunaan komputer, mencari kelemahan-kelemahan sistem operasi dan sebagainya.
Hacker dapat dikaitkan pula dengan tindakan sabotase. Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara. Istilah umum ini digunakan untuk menyatakan tindakan masuk ke dalam suatu sistem komputer tanpa otorisasi, yaitu hacking.
Berbagai teknik yang digunakan untuk melakukan hacking :
- Denial of Service
Teknik ini dilaksanakan dengan cara membuat permintaan yang sangat banyak terhadap suatu situs sehingga sistem menjadi macet dan kemudian dengan mencari kelemahan pada sistem si pelaku melakukan serangan pada sistem.
- Sniffer
Teknik ini diimplementasikan dengan membuat program yang dapat melacak paket data seseorang ketika paket tersebut melintasi Internet, menangkap password atau menangkap isinya.
- Spoofing
Melakukan pemalsuan alamat email atau web dengan tujuan untuk menjebak pemakai agar memasukkan informasi yang penting seperti password atau nomor kartu kredit.
Berbagai kode jahat atau usil juga menjadi ancaman bagi sistem komputer, kode yang dimaksud adalah :
- Virus
Virus berupa penggalan kode yang dapat menggandakan dirinya sendiri dengan cara menyalin kode dan menempelkan ke berkas program yang dapat dieksekusi (misalnya berkas .exe pada DOS). Selanjutnya, salinan virus ini akan menjadi aktif manakala program yang terinfeksi dijalankan. Beberapa virus hanya “sekedar muncul”. Namun sejumlah virus yang lain benar-benar sangat jahat karena akan menghapus berkas-berkas dengan extension tertentu dan bahkan dapat memformat hard disk. Contoh virus jahat adalah CIH atau virus Chernobyl, yang melakukan penularan melalui email.
- Cacing (Worm)
Cacing adalah program komputer yang dapat menggandakan dirinya sendiri dan menulari komputer-komputer dalam jaringan.
- Bom Logika atau Bom Waktu (Logic bomb or time bomb)
Program yang beraksi karena dipicu oleh sesuatu kejadian atau setelah selang waktu berlalu. Sebagai contoh, program dapat diatur agar menghapus hard disk atau menyebabkan lalu lintas jaringan macet.
- Kuda Trojan (Trojan Horse)
Program yang dirancang agar dapat digunakan untuk menyusup ke dalam sistem. Sebagai contoh kuda Trojan dapat menciptakan pemakai dengan wewenang supervisor atau superuser. Pemakai inilah yang nantinya dipakai untuk menyusup ke sistem.
• Phreaker
“Phreaker” berasal dari kata PHone Freak dan hacker. ”Phreaker” lebih diistilahkan untuk hacker yang bermain-main dengan sistem komunikasi telepon, artinya dengan menggunakan sedikit metode para hacker bisa menggunakan jaringan telepon secara gratis.
• Snatcher (Pencuri)
Pada kejahatan modern, pencurian bukan lagi hanya berupa pengambilan barang/material berwujud saja, tetapi termasuk pengambilan data secara illegal.
Jika “hacker” dan ”phreaker” tertarik pada teknologi itu sendiri, seorang pencuri tertarik pada data komputer yang didapatnya. Pencuri biasanya lebih mengutamakan komputer-komputer perusahaan financial seperti penyimpanan data kartu kredit (credit card), komputer-komputer di bank, mesin-mesin ATM (Automatic Teller Machine), data-data suatu perusahaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan keuangan.
Kejahatan Dunia Maya (Cyber Crime)
Kejahatan dunia maya (Inggris: cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dan lain-lain.
Walaupun kejahatan dunia maya atau cybercrime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional di mana komputer atau jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi.
Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai alat adalah spamming dan kejahatan terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai sasarannya adalah akses ilegal (mengelabui kontrol akses), malware dan serangan DoS. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai tempatnya adalah penipuan identitas. Sedangkan contoh kejahatan tradisional dengan komputer sebagai alatnya adalah pornografi anak dan judi online.
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kejahatan_dunia_maya)
Kata “cyber” berasal dari kata “cybermatics”, yaitu suatu bidang ilmu yang merupakan perpaduan antara robotik, matematika, elektro, dan psikologi yang dikembangkan oleh Norbert Wiener ditahun 1948. Salah satu aplikasi dari cybermatics adalah di bidang pengendalian (robot) dari jarak jauh.
High-tech menghasilkan high-(tech)-crime. Kejahatan terjadi didunia maya. Sayangnya kejahatan di dunia maya tidak tinggal di dunia maya saja, akan tetapi efeknya terasa juga di dunia nyata. Banyak juga statistik dan berita yang menunjukan kejahatan di dunia maya ini. Banyak orang yang beranggapan bahwa jika belum ada cyberlaw maka kita vakum hukum sehingga kejahatan di dunia maya dapat dilakukan. Ini anggapan yang salah. Para penegak hukum dapat menggunakan hukum-hukum yang berlaku untuk menjerat para pelaku kejahatan cyber. Memang landasan hukum konvensional akan mempersulit pekerjaan penegak hukum (polisi).
Sebagai contoh, banyak orang yang mempertanyakan bukti-bukti apa yang dapat digunakan untuk menjerat seorang tertuduh? Apakah sebuah berkas elektronik (electronic file), seperti misalnya sebuah e-mail, dapat dijadikan bukti? Bisa ya dan bisa tidak.
Perlu diingat, secara teknis sebetulnya yang dilakukan oleh Polisi adalah investigasi konvensional. Aspek teknologi informasinya ada namun masih pola investigasi konvensional yang digunakan untuk menyidik.
Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai kasus-kasus kejahatan komputer (computer crime) atau kejahatan dunia maya (cyber crime). Pertama kita definisikan terlebih dahulu "Apa itu computer crime atau cyber crime?".
Kejahatan Komputer (Computer Crime)
Kejahatan komputer atau computer crime adalah kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan komputer terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komputer saat ini. Beberapa jenis kejahatan komputer meliputi Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer), penyebaran virus, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_komputer)
Secara umum, kejahatan komputer dibedakan atas 2, antara lain:
1. Kejahatan Komputer yang terjadi secara Internal
Pada dasarnya, kejahatan komputer ini dilakukan dengan cara :
• Manipulasi transaksi Input dan Output
Metode-metode yang sering dilakukan untuk memanipulasi transaksi-transaksi input, antara lain :
- Mengubah transaksi
- Menghapus transaksi input
- Memasukkan transaksi tambahan
- Mengubah transaksi penyusuaian
• Modifikasi Hardware dan Software
Tidak seperti kejahatan komputer yang melakukan tindakan manipulasi transaksi-transaksi input, pemodifikasian software/hardware membutuhkan keahlian tertentu dan sangat sulit untuk dilacak. Beberapa metode yang dipakai, adalah:
- Akses pintu belakang
- Logic Bomb (boom logika)
- Pembulatan angka (metode salami)
- Penambahan Hardware
2. Kejahatan yang terjadi secara External
• Hacker
Perkataan ”Hacker” muncul sekitar tahun 1960-an dimana komputer-komputer masih merupakan ”monster” yang besar ukuranya. Pada masa ini komputer merupakan sebuah ”monster yang langka” dan memerlukan perawatan yang seksama. Hacker dapat diartikan seorang yang mengganggu, menjaga dan mengoperasikan komputer. Mereka ini pada umumnya adalah para ahli pendesain dan peneliti dibidang komputer.Dengan kemajuan teknologi, komputer mulai tersebar tenaga operator dan Programmer bertambah banyak. Pada sekitar tahun 1965 istilah hacker berkembang artinya. Hacker bukan hanya seorang yang mendesain dan menciptakan komputer. Hacker juga berarti orang yang ”bermain-main” dengan komputer, seperti menemukan hal-hal baru dalam penggunaan komputer, mencari kelemahan-kelemahan sistem operasi dan sebagainya.
Hacker dapat dikaitkan pula dengan tindakan sabotase. Sabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara. Istilah umum ini digunakan untuk menyatakan tindakan masuk ke dalam suatu sistem komputer tanpa otorisasi, yaitu hacking.
Berbagai teknik yang digunakan untuk melakukan hacking :
- Denial of Service
Teknik ini dilaksanakan dengan cara membuat permintaan yang sangat banyak terhadap suatu situs sehingga sistem menjadi macet dan kemudian dengan mencari kelemahan pada sistem si pelaku melakukan serangan pada sistem.
- Sniffer
Teknik ini diimplementasikan dengan membuat program yang dapat melacak paket data seseorang ketika paket tersebut melintasi Internet, menangkap password atau menangkap isinya.
- Spoofing
Melakukan pemalsuan alamat email atau web dengan tujuan untuk menjebak pemakai agar memasukkan informasi yang penting seperti password atau nomor kartu kredit.
Berbagai kode jahat atau usil juga menjadi ancaman bagi sistem komputer, kode yang dimaksud adalah :
- Virus
Virus berupa penggalan kode yang dapat menggandakan dirinya sendiri dengan cara menyalin kode dan menempelkan ke berkas program yang dapat dieksekusi (misalnya berkas .exe pada DOS). Selanjutnya, salinan virus ini akan menjadi aktif manakala program yang terinfeksi dijalankan. Beberapa virus hanya “sekedar muncul”. Namun sejumlah virus yang lain benar-benar sangat jahat karena akan menghapus berkas-berkas dengan extension tertentu dan bahkan dapat memformat hard disk. Contoh virus jahat adalah CIH atau virus Chernobyl, yang melakukan penularan melalui email.
- Cacing (Worm)
Cacing adalah program komputer yang dapat menggandakan dirinya sendiri dan menulari komputer-komputer dalam jaringan.
- Bom Logika atau Bom Waktu (Logic bomb or time bomb)
Program yang beraksi karena dipicu oleh sesuatu kejadian atau setelah selang waktu berlalu. Sebagai contoh, program dapat diatur agar menghapus hard disk atau menyebabkan lalu lintas jaringan macet.
- Kuda Trojan (Trojan Horse)
Program yang dirancang agar dapat digunakan untuk menyusup ke dalam sistem. Sebagai contoh kuda Trojan dapat menciptakan pemakai dengan wewenang supervisor atau superuser. Pemakai inilah yang nantinya dipakai untuk menyusup ke sistem.
• Phreaker
“Phreaker” berasal dari kata PHone Freak dan hacker. ”Phreaker” lebih diistilahkan untuk hacker yang bermain-main dengan sistem komunikasi telepon, artinya dengan menggunakan sedikit metode para hacker bisa menggunakan jaringan telepon secara gratis.• Snatcher (Pencuri)
Pada kejahatan modern, pencurian bukan lagi hanya berupa pengambilan barang/material berwujud saja, tetapi termasuk pengambilan data secara illegal.
Jika “hacker” dan ”phreaker” tertarik pada teknologi itu sendiri, seorang pencuri tertarik pada data komputer yang didapatnya. Pencuri biasanya lebih mengutamakan komputer-komputer perusahaan financial seperti penyimpanan data kartu kredit (credit card), komputer-komputer di bank, mesin-mesin ATM (Automatic Teller Machine), data-data suatu perusahaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan keuangan.Kejahatan Dunia Maya (Cyber Crime)
Kejahatan dunia maya (Inggris: cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dan lain-lain.
Walaupun kejahatan dunia maya atau cybercrime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional di mana komputer atau jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi.
Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai alat adalah spamming dan kejahatan terhadap hak cipta dan kekayaan intelektual. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai sasarannya adalah akses ilegal (mengelabui kontrol akses), malware dan serangan DoS. Contoh kejahatan dunia maya di mana komputer sebagai tempatnya adalah penipuan identitas. Sedangkan contoh kejahatan tradisional dengan komputer sebagai alatnya adalah pornografi anak dan judi online.
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kejahatan_dunia_maya)
Kata “cyber” berasal dari kata “cybermatics”, yaitu suatu bidang ilmu yang merupakan perpaduan antara robotik, matematika, elektro, dan psikologi yang dikembangkan oleh Norbert Wiener ditahun 1948. Salah satu aplikasi dari cybermatics adalah di bidang pengendalian (robot) dari jarak jauh.
High-tech menghasilkan high-(tech)-crime. Kejahatan terjadi didunia maya. Sayangnya kejahatan di dunia maya tidak tinggal di dunia maya saja, akan tetapi efeknya terasa juga di dunia nyata. Banyak juga statistik dan berita yang menunjukan kejahatan di dunia maya ini. Banyak orang yang beranggapan bahwa jika belum ada cyberlaw maka kita vakum hukum sehingga kejahatan di dunia maya dapat dilakukan. Ini anggapan yang salah. Para penegak hukum dapat menggunakan hukum-hukum yang berlaku untuk menjerat para pelaku kejahatan cyber. Memang landasan hukum konvensional akan mempersulit pekerjaan penegak hukum (polisi).
Sebagai contoh, banyak orang yang mempertanyakan bukti-bukti apa yang dapat digunakan untuk menjerat seorang tertuduh? Apakah sebuah berkas elektronik (electronic file), seperti misalnya sebuah e-mail, dapat dijadikan bukti? Bisa ya dan bisa tidak.
Perlu diingat, secara teknis sebetulnya yang dilakukan oleh Polisi adalah investigasi konvensional. Aspek teknologi informasinya ada namun masih pola investigasi konvensional yang digunakan untuk menyidik.
Jumat, 18 Februari 2011
Jenis Ancaman Melalui IT Yang Sering Terjadi
.
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai jenis-jenis ancaman (threats) yang dapat dilakukan melalui IT. Semakin banyaknya tindakan kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi, semakin membuat para pengguna menjadi resah.
Dari penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa teknologi informasi saat ini sangat rentan terhadap ancaman (threads). Berikut ini merupakan jenis-jenis ancaman IT yang dikelompokkan dalam beberapa modus operandi yang ada, antara lain:
1. Unauthorized Access to Computer System and Service
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi internet/intranet.
2. Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya.
3. Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan.
4. Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data pentingnya (data base) tersimpan dalam suatu sistem yang computerized (tersambung dalam jaringan komputer)
5. Cyber Sabotage and Extortion
Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.
6. Offense against Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di internet. Sebagai contoh, peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.
7. Infringements of Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.
Sedangkan menurut National Security Agency (NSA) dalam dokumen Information Assurance Technical Framework (IATF) menggolongkan lima jenis ancaman pada sistem teknologi informasi. Kelima ancaman itu adalah :
1. Serangan Pasif
Termasuk di dalamnya analisa trafik, memonitor komunikasi terbuka, memecah kode trafik yang dienkripsi, menangkap informasi untuk proses otentifikasi (misalnya password).
Bagi hacker, menangkap secara pasif data-data di jaringan ini bertujuan mencari celah sebelum menyerang. Serangan pasif bisa memaparkan informasi atau data tanpa sepengetahuan pemiliknya. Contoh serangan pasif ini adalah terpaparnya informasi kartu kredit.
2. Serangan Aktif
Tipe serangan ini berupaya membongkar sistem pengamanan, misalnya dengan memasukan kode-kode berbahaya (malicious code), mencuri atau memodifikasi informasi. Sasaran serangan aktif ini termasuk penyusupan ke jaringan backbone, eksploitasi informasi di tempat transit, penetrasi elektronik, dan menghadang ketika pengguna akan melakukan koneksi jarak jauh. Serangan aktif ini selain mengakibatkan terpaparnya data, juga denial-of-service, atau modifikasi data.
3. Serangan jarak dekat
Dalam jenis serangan ini, hacker secara fisik berada dekat dari peranti jaringan, sistem atau fasilitas infrastruktur. Serangan ini bertujuan memodifikasi, mengumpulkan atau memblok akses pada informasi. Tipe serangan jarak dekat ini biasanya dilakukan dengan masuk ke lokasi secara tidak sah.
4. Orang dalam
Serangan oleh orang di dalam organisasi ini dibagi menjadi sengaja dan tidak sengaja. Jika dilakukan dengan sengaja, tujuannya untuk mencuri, merusak informasi, menggunakan informasi untuk kejahatan atau memblok akses kepada informasi. Serangan orang dalam yang tidak disengaja lebih disebabkan karena kecerobohan pengguna, tidak ada maksud jahat dalam tipe serangan ini.
5. Serangan distribusi
Tujuan serangan ini adalah memodifikasi peranti keras atau peranti lunak pada saat produksi di pabrik sehingga bisa disalahgunakan di kemudian hari. Dalam serangan ini, hacker sejumlah kode disusupkan ke produk sehingga membuka celah keamanan yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan ilegal.
Sumber:
http://asep10106240.wordpress.com/2010/03/24/jenis-jenis-ancaman-threats-yang-dapat-dilakukan-akibat-menggunakan-melalui-it/
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai jenis-jenis ancaman (threats) yang dapat dilakukan melalui IT. Semakin banyaknya tindakan kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi, semakin membuat para pengguna menjadi resah.
Dari penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa teknologi informasi saat ini sangat rentan terhadap ancaman (threads). Berikut ini merupakan jenis-jenis ancaman IT yang dikelompokkan dalam beberapa modus operandi yang ada, antara lain:
1. Unauthorized Access to Computer System and Service
Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Biasanya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase ataupun pencurian informasi penting dan rahasia. Namun begitu, ada juga yang melakukannya hanya karena merasa tertantang untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi internet/intranet.
2. Illegal Contents
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya.
3. Data Forgery
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku karena korban akan memasukkan data pribadi dan nomor kartu kredit yang dapat saja disalah gunakan.
4. Cyber Espionage
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data pentingnya (data base) tersimpan dalam suatu sistem yang computerized (tersambung dalam jaringan komputer)
5. Cyber Sabotage and Extortion
Kejahatan ini dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.
6. Offense against Intellectual Property
Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di internet. Sebagai contoh, peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu informasi di internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.
7. Infringements of Privacy
Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.
Sedangkan menurut National Security Agency (NSA) dalam dokumen Information Assurance Technical Framework (IATF) menggolongkan lima jenis ancaman pada sistem teknologi informasi. Kelima ancaman itu adalah :
1. Serangan Pasif
Termasuk di dalamnya analisa trafik, memonitor komunikasi terbuka, memecah kode trafik yang dienkripsi, menangkap informasi untuk proses otentifikasi (misalnya password).
Bagi hacker, menangkap secara pasif data-data di jaringan ini bertujuan mencari celah sebelum menyerang. Serangan pasif bisa memaparkan informasi atau data tanpa sepengetahuan pemiliknya. Contoh serangan pasif ini adalah terpaparnya informasi kartu kredit.
2. Serangan Aktif
Tipe serangan ini berupaya membongkar sistem pengamanan, misalnya dengan memasukan kode-kode berbahaya (malicious code), mencuri atau memodifikasi informasi. Sasaran serangan aktif ini termasuk penyusupan ke jaringan backbone, eksploitasi informasi di tempat transit, penetrasi elektronik, dan menghadang ketika pengguna akan melakukan koneksi jarak jauh. Serangan aktif ini selain mengakibatkan terpaparnya data, juga denial-of-service, atau modifikasi data.
3. Serangan jarak dekat
Dalam jenis serangan ini, hacker secara fisik berada dekat dari peranti jaringan, sistem atau fasilitas infrastruktur. Serangan ini bertujuan memodifikasi, mengumpulkan atau memblok akses pada informasi. Tipe serangan jarak dekat ini biasanya dilakukan dengan masuk ke lokasi secara tidak sah.
4. Orang dalam
Serangan oleh orang di dalam organisasi ini dibagi menjadi sengaja dan tidak sengaja. Jika dilakukan dengan sengaja, tujuannya untuk mencuri, merusak informasi, menggunakan informasi untuk kejahatan atau memblok akses kepada informasi. Serangan orang dalam yang tidak disengaja lebih disebabkan karena kecerobohan pengguna, tidak ada maksud jahat dalam tipe serangan ini.
5. Serangan distribusi
Tujuan serangan ini adalah memodifikasi peranti keras atau peranti lunak pada saat produksi di pabrik sehingga bisa disalahgunakan di kemudian hari. Dalam serangan ini, hacker sejumlah kode disusupkan ke produk sehingga membuka celah keamanan yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan ilegal.
Sumber:
http://asep10106240.wordpress.com/2010/03/24/jenis-jenis-ancaman-threats-yang-dapat-dilakukan-akibat-menggunakan-melalui-it/
Kamis, 30 Desember 2010
Middleware dan Manajemen Data Pada Telematika
.
MIDDLEWARE TELEMATIKA
Menurut beberapa artikel yang sudah saya baca dan saya rangkum bahwa MIDDLEWARE adalah merupakan software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah. Selain itu middleware juga sebagai Consolidator dan Integrator. Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.
Lapisan Middleware

Tujuan Umum Middleware Telematika
1. Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan.
2. Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda.
Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
- Open Software Foundation's Distributed Computing Environment (DCE),
- Object Management Group's Common Object Request Broker Architecture (CORBA),
- Microsoft's COM/DCOM (Component Object Model).
Perkembangan Middleware
Perkembangan dari waktu ke waktu dapat dikatagorikan sebagai berikut:
- On Line Transaction Processing (OLTP) : merupakan perkembangan awal dari sebuah koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an. UNIX OLTP lainnya seperti: Encina, Tuxedo pada era 80-an, serta DIGITAL CICS untuk UNIX yang memperkenalkan konsep dowsizing ke pasar.
- Remote Procedure Call (RPC) : menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun lebih unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sistem administrasinya.
- Common Object Request Broker Architecture (CORBA): merupakan suatu object-oriented dari middleware yang menggabungkan fungsi brokering, RPC, dan inheritance. Digital ObjectBroker merupakan salah satu contoh dari CORBA.
Arsitektur Middleware
Arsitektur middleware merupakan sekumpulan S/W terdistribusi yang menempati lapisan antara aplikasi dan sistem operasi serta layanan jaringan di suatu node pada jaringan computer.

Layanan middleware menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interfaces) yang lebih tinggi daripada API yang disediakan sistem operasi dan layanan jaringan yang memungkinkan suatu aplikasi dapat :
- Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan.
- Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain.
- Tidak tergantung dari layanan jaringan.
- Handal dan mampu memberikan suatu layanan.
- Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.
Messaging Middleware

Merupakan antarmuka dan transportasi antar aplikasi.
- Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
- Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke tujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat.
- Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi.
Tipe Layanan Middleware
Ada tiga tipe layanan yaitu :
1. Layanan Sistem Terdistribusi,
a. Komunikasi kritis, program-to-program, dan layanan manajemen data.
b. RPC, MOM (Message Oriented Middleware) dan ORB.
2. Layanan Application,
a. Akses ke layanan terdistribusi dan jaringan
b. Yang termasuk : TP (transaction processing) monitor dan layanan database, seperti Structured Query Language (SQL).
3. Layanan Manajemen Middleware, Memungkinkan aplikasi dan fungsi dimonitor secara terus menerus untuk menyakinkan unjuk kerja yang optimal pada lingkungan terdistribusi.
Middleware Basis Data
Middleware basis data menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi. Menggunakan, baik arsitektur hub and spoke atau arsitektur terdistribusi, memungkinkan data untuk digabungkan dari beberapa sumber data yang berbeda atau terpisah.

Tujuan utama layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas. Bagaimana pun juga middleware bukanlah “obat mujarab” :
• Ada jarak antara prinsip dan praktek. Beberapa middleware membuat suatu aplikasi tergantung pada suatu produk tertentu.
• Sedikitnya jumlah middleware menjadikan rintangan tersendiri. Untuk menjaga lingkungan komputasi mudah diatur, pengembang biasanya memilih sejumlah kecil layanan yang memenuhi kebutuhan mereka.
• Selama layanan middleware masih memunculkan abtraksi pemrograman terdistrbusi, middleware masih akan memberikan bagi si pengembang suatu pilihan rancangan aplikasi yang cukup sulit. Contoh : pengembang masih harus menentukan layanan atau fungsi apa yang harus diletakkan pada client ataupun server.
MANAJEMEN DATA PADA TELEMATIKA
Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Sebagai contoh adalah layanan Client-Server.
Client-Server merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer untuk meminta request dan menjawab request data ke komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan/request disebut sebagai client dan setiap instance yang menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request disebut server. Data yang diminta oleh client diambil dari database pada sisi server (server side) yang sering disebut database server.
Client server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Pada awalnya pengertian client server adalah sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi sebagai server atau biasa disebut 2-Tier.
Ada beberapa pengertian lagi tentang client-server ini, tetapi pada intinya client server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Karakteristik Client Server
• Client dan Server merupakan suatu proses terpisah yang dapat bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas / proses seperti dibawah ini:
• Shared resource yaitu server bisa melayani beberapa client pada saat yang bersamaan dan mengatur pengaksesan sumber data.
• Asymmetrical Protocol yaitu antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan server dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
• Transparency Location yaitu proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
• Message-based-exchange yaitu antara client dan server berkomunikasi dengan bertukar message.
• Encapsulation of service yaitu message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
• Scalability yaitu sistem client-server dapat dilakukan baik vertical maupun horizontal.
• Integrity yaitu data server diatur secara terpusat, sedangkan client tetap pada komputer tersendiri.
Berikut ini adalah keuntungan dari Client-Server :
• Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
• Mudah dalam melakukan maintenance.
• Memungkinkan untuk mengganti dan memperbaiki server tanpa mengganggu client.
• Semua data disimpan di server. Dan server dapat memonitor akses terhadap resources, hanya yang memiliki ijin saja.
• Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah.
• Mendukung banyak client yang berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
Berikut ini adalah kelemahan dari Client-Server :
• Traffic congestion on the network, jika terlalu banyak client yang mengakses ke server secara simultan dan banyak, maka bisa terjadi overload pada server.
• Pada client-server, ada kemungkinan pada server fail.
= = = = = = = = =
Nama Kelompok :
1. Muhammad Zidni Ilman (11107193)
2. Rapiudin (11107376)
Kelas :
4 KA 14
MIDDLEWARE TELEMATIKA
Menurut beberapa artikel yang sudah saya baca dan saya rangkum bahwa MIDDLEWARE adalah merupakan software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau penerjemah. Selain itu middleware juga sebagai Consolidator dan Integrator. Middleware saat ini dikembangkan untuk memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan lainnya walaupun berjalan pada platform yang berbeda.
Lapisan Middleware
Tujuan Umum Middleware Telematika
1. Middleware adalah S/W penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu jaringan.
2. Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda.
Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
- Open Software Foundation's Distributed Computing Environment (DCE),
- Object Management Group's Common Object Request Broker Architecture (CORBA),
- Microsoft's COM/DCOM (Component Object Model).
Perkembangan Middleware
Perkembangan dari waktu ke waktu dapat dikatagorikan sebagai berikut:
- On Line Transaction Processing (OLTP) : merupakan perkembangan awal dari sebuah koneksi antar remote database. Pertama kali ditemukan tahun 1969 oleh seorang engineer di Ford, kemudian diadopsi oleh IBM hingga kini dikenal sebagai proses OLTP. DIGITAL ACMS merupakan contoh lainnya yang sukses pada tahun 70-an dan 80-an. UNIX OLTP lainnya seperti: Encina, Tuxedo pada era 80-an, serta DIGITAL CICS untuk UNIX yang memperkenalkan konsep dowsizing ke pasar.
- Remote Procedure Call (RPC) : menyediakan fasilitas jaringan secara transparan. Open Network Computing (ONC) merupakan prototipe pertama yang diperkenalkan awal tahun 70-an. Sun lebih unggul dalam hal ini dengan mengeluarkan suatu standar untuk koneksi ke internet. Distributed Computing Environment (DCE) yang dikeluarkan oleh Open Systems Foundation (OSF) menyediakan fungsi-fungsi ONC yang cukup kompleks dan tidak mudah untuk sistem administrasinya.
- Common Object Request Broker Architecture (CORBA): merupakan suatu object-oriented dari middleware yang menggabungkan fungsi brokering, RPC, dan inheritance. Digital ObjectBroker merupakan salah satu contoh dari CORBA.
Arsitektur Middleware
Arsitektur middleware merupakan sekumpulan S/W terdistribusi yang menempati lapisan antara aplikasi dan sistem operasi serta layanan jaringan di suatu node pada jaringan computer.

Layanan middleware menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interfaces) yang lebih tinggi daripada API yang disediakan sistem operasi dan layanan jaringan yang memungkinkan suatu aplikasi dapat :
- Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan.
- Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain.
- Tidak tergantung dari layanan jaringan.
- Handal dan mampu memberikan suatu layanan.
- Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.
Messaging Middleware

Merupakan antarmuka dan transportasi antar aplikasi.
- Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
- Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke tujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih tepat.
- Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data antar aplikasi.
Tipe Layanan Middleware
Ada tiga tipe layanan yaitu :
1. Layanan Sistem Terdistribusi,
a. Komunikasi kritis, program-to-program, dan layanan manajemen data.
b. RPC, MOM (Message Oriented Middleware) dan ORB.
2. Layanan Application,
a. Akses ke layanan terdistribusi dan jaringan
b. Yang termasuk : TP (transaction processing) monitor dan layanan database, seperti Structured Query Language (SQL).
3. Layanan Manajemen Middleware, Memungkinkan aplikasi dan fungsi dimonitor secara terus menerus untuk menyakinkan unjuk kerja yang optimal pada lingkungan terdistribusi.
Middleware Basis Data
Middleware basis data menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi. Menggunakan, baik arsitektur hub and spoke atau arsitektur terdistribusi, memungkinkan data untuk digabungkan dari beberapa sumber data yang berbeda atau terpisah.

Tujuan utama layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas. Bagaimana pun juga middleware bukanlah “obat mujarab” :
• Ada jarak antara prinsip dan praktek. Beberapa middleware membuat suatu aplikasi tergantung pada suatu produk tertentu.
• Sedikitnya jumlah middleware menjadikan rintangan tersendiri. Untuk menjaga lingkungan komputasi mudah diatur, pengembang biasanya memilih sejumlah kecil layanan yang memenuhi kebutuhan mereka.
• Selama layanan middleware masih memunculkan abtraksi pemrograman terdistrbusi, middleware masih akan memberikan bagi si pengembang suatu pilihan rancangan aplikasi yang cukup sulit. Contoh : pengembang masih harus menentukan layanan atau fungsi apa yang harus diletakkan pada client ataupun server.
MANAJEMEN DATA PADA TELEMATIKA
Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Sebagai contoh adalah layanan Client-Server.
Client-Server merupakan sebuah kemampuan dan layanan komputer untuk meminta request dan menjawab request data ke komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan/request disebut sebagai client dan setiap instance yang menyediakan/memberikan layanan atau menjawab request disebut server. Data yang diminta oleh client diambil dari database pada sisi server (server side) yang sering disebut database server.
Client server diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban proses loading antara client dan server. Pada awalnya pengertian client server adalah sebuah sistem yang saling berhubungan dalam sebuah jaringan yang memiliki dua komponen utama yang satu berfungsi sebagai client dan satunya lagi sebagai server atau biasa disebut 2-Tier.Ada beberapa pengertian lagi tentang client-server ini, tetapi pada intinya client server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan.
Karakteristik Client Server
• Client dan Server merupakan suatu proses terpisah yang dapat bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas / proses seperti dibawah ini:
• Shared resource yaitu server bisa melayani beberapa client pada saat yang bersamaan dan mengatur pengaksesan sumber data.
• Asymmetrical Protocol yaitu antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan server dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.
• Transparency Location yaitu proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
• Message-based-exchange yaitu antara client dan server berkomunikasi dengan bertukar message.
• Encapsulation of service yaitu message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
• Scalability yaitu sistem client-server dapat dilakukan baik vertical maupun horizontal.
• Integrity yaitu data server diatur secara terpusat, sedangkan client tetap pada komputer tersendiri.
Berikut ini adalah keuntungan dari Client-Server :
• Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
• Mudah dalam melakukan maintenance.
• Memungkinkan untuk mengganti dan memperbaiki server tanpa mengganggu client.
• Semua data disimpan di server. Dan server dapat memonitor akses terhadap resources, hanya yang memiliki ijin saja.
• Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah.
• Mendukung banyak client yang berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.
Berikut ini adalah kelemahan dari Client-Server :
• Traffic congestion on the network, jika terlalu banyak client yang mengakses ke server secara simultan dan banyak, maka bisa terjadi overload pada server.
• Pada client-server, ada kemungkinan pada server fail.
= = = = = = = = =
Nama Kelompok :
1. Muhammad Zidni Ilman (11107193)
2. Rapiudin (11107376)
Kelas :
4 KA 14
Kamis, 11 November 2010
Teknologi Pada Telematika
.
Sebelum membahas tentang teknologi yang terkait pada GUI (Grapichal User Interface) yang dalam bahasa Indonesia berarti antarmuka pengguna grafis, ada baiknya memahami apa yang dimaksud dengan antar muka (interface). Pengertian antarmuka (interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka (interface) adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna.
Sedangkan Graphical User Interface (GUI) adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk (pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (WindowS, Icon, Menu, Pointing device).
Terdapat 6 macam fitur Teknologi yang terkait pada GUI. Fitur-fitur itu antara lain:
1. Head Up Display (HUD)
2. Tangible User Interface
3. Computer Vision
4. Browsing Audio Data
5. Speech Recognition
6. Speech Synthesis
Disamping membahas mengenai teknologi yang terkait pada GUI, berikutnya akan dijabarkan mengenai Wireless dan Terminal yang merupakan salah satu teknologi pada telematika.
Wireless
Wireless biasa disebut nirkabel atau komunikasi nirkabel. Wireless adalah transfer informasi tanpa menggunakan kabel. Jarak yang terlibat mungkin pendek (beberapa meter seperti pada remote kontrol televisi) atau panjang (ribuan atau jutaan kilometer untuk komunikasi radio). Wireless meliputi berbagai jenis baik tetap, mobile, dan portable radio dua arah, telepon selular, Personal Digital Assistant (PDA). Contoh lain dari teknologi nirkabel adalah GPS, pembuka pintu garasi, wireless mouse komputer, keyboard, headset, dll.
Jenis Wireless terbagi menjadi 2:
1. Wi-Fi
2. WiMAX
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.
Terminal
Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau melalui alat komunikasi. Terminal yang dihubungkan ke komputer yang letaknya jauh melalui alat komunikasi disebut Remote Job Entry Terminal (RJE Terminal). Terminal dapat digolongkan menjadi :
1. Intelligent Terminal
Disebut juga dengan nama logic terminal karena dapat diprogram oleh pemakai komputer. Intelligent terminal juga mempunyai microprocessor dan internal memory di dalamnya. Input dapat dimasukkan dan dapat dikoreksi serta dikirimkan ke pusat komputer bila dihubungkan dengan pusat komputer untuk diproses. Intelligent terminal biasanya digunakan untuk sistem komputer yang berbentuk jaringan kerja (network), yaitu beberapa terminal di hubungkan ke pusat komputer yang berupa CPU yang lebih besar. Inteligent terminal biasanya terdiri dari keyboard, visual display, internal memory dan simpanan luar berupa mini disk.
2. Non Intelligent Terminal (Dumb Terminal)
Terminal ini hanya berfungsi sebagai alat pemasukan input dan menampilkan output saja. Terminal seperti ini tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai processor.
3. Smart Terminal
Smart terminal memiliki suatu microprocessor dan beberapa internal memory di dalamnya. Input yang sudah dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Smart terminal tidak dapat diprogram oleh pemakai komputer.
= = = = = = =
Nama Kelompok:
- Muhammad Zidni Ilman (11107193)
- Rapiudin (11107376)
Kelas:
4 KA 14
Sebelum membahas tentang teknologi yang terkait pada GUI (Grapichal User Interface) yang dalam bahasa Indonesia berarti antarmuka pengguna grafis, ada baiknya memahami apa yang dimaksud dengan antar muka (interface). Pengertian antarmuka (interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka (interface) adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna.
Sedangkan Graphical User Interface (GUI) adalah tipe antarmuka yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan sistem operasi melalui gambar-gambar grafik, ikon, menu, dan menggunakan perangkat penunjuk (pointing device) seperti mouse atau track ball. Elemen-elemen utama dari GUI bisa diringkas dalam konsep WIMP (WindowS, Icon, Menu, Pointing device).
Terdapat 6 macam fitur Teknologi yang terkait pada GUI. Fitur-fitur itu antara lain:
1. Head Up Display (HUD)
2. Tangible User Interface
3. Computer Vision
4. Browsing Audio Data
5. Speech Recognition
6. Speech Synthesis
Disamping membahas mengenai teknologi yang terkait pada GUI, berikutnya akan dijabarkan mengenai Wireless dan Terminal yang merupakan salah satu teknologi pada telematika.
Wireless
Wireless biasa disebut nirkabel atau komunikasi nirkabel. Wireless adalah transfer informasi tanpa menggunakan kabel. Jarak yang terlibat mungkin pendek (beberapa meter seperti pada remote kontrol televisi) atau panjang (ribuan atau jutaan kilometer untuk komunikasi radio). Wireless meliputi berbagai jenis baik tetap, mobile, dan portable radio dua arah, telepon selular, Personal Digital Assistant (PDA). Contoh lain dari teknologi nirkabel adalah GPS, pembuka pintu garasi, wireless mouse komputer, keyboard, headset, dll.
Jenis Wireless terbagi menjadi 2:
1. Wi-Fi
2. WiMAX
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
WiMAX adalah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.Terminal
Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau melalui alat komunikasi. Terminal yang dihubungkan ke komputer yang letaknya jauh melalui alat komunikasi disebut Remote Job Entry Terminal (RJE Terminal). Terminal dapat digolongkan menjadi :
1. Intelligent Terminal

Disebut juga dengan nama logic terminal karena dapat diprogram oleh pemakai komputer. Intelligent terminal juga mempunyai microprocessor dan internal memory di dalamnya. Input dapat dimasukkan dan dapat dikoreksi serta dikirimkan ke pusat komputer bila dihubungkan dengan pusat komputer untuk diproses. Intelligent terminal biasanya digunakan untuk sistem komputer yang berbentuk jaringan kerja (network), yaitu beberapa terminal di hubungkan ke pusat komputer yang berupa CPU yang lebih besar. Inteligent terminal biasanya terdiri dari keyboard, visual display, internal memory dan simpanan luar berupa mini disk.
2. Non Intelligent Terminal (Dumb Terminal)
Terminal ini hanya berfungsi sebagai alat pemasukan input dan menampilkan output saja. Terminal seperti ini tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai processor.3. Smart Terminal

Smart terminal memiliki suatu microprocessor dan beberapa internal memory di dalamnya. Input yang sudah dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Smart terminal tidak dapat diprogram oleh pemakai komputer.
= = = = = = =
Nama Kelompok:
- Muhammad Zidni Ilman (11107193)
- Rapiudin (11107376)
Kelas:
4 KA 14
Rabu, 10 November 2010
Arsitektur dan Service Pada Telematika
.
Menurut kamus, istilah arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya.
Dengan kemajuan telematika yang pesat mendorong munculnya paradigma baru dalam pemrosesan data, yang pada awal perkembangan komputer sangatlah mahal. Saat ini bisa dipangkas menjadi lebih murah. Yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang didistribusikan secara fisik melalui jalur jaringan komunikasi. Salah satu bentuk dari Distributed Processing adalah arsitektur client-server.
Sebelum melangkah lebih jauh, baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai definisi Client dan Server. Server adalah suatu penyedia layanan (pusat) atau service jika terdapat sebuah client yang meminta layanan. Bentuk layanannya pun dapat berupa data, object, control, file dan lain-lain. Sedangkan Client adalah sang peminta layanan. Untuk lokasi atau tata letak antara client dan server, biasanya dapat dilihat dan dibedakan dengan mudah dan jelas. Idealnya, perangkat lunak dari client maupun server harus independent dari perangkat keras maupun platform sistem operasi.
Didalam model client-server, biasanya sebuah aplikasi dibagi menjadi 2 bagian yang terpisah, tapi masih merupakan satu kesatuan yaitu komponen client dan komponen server. Komponen client sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen client dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen client tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna. Komponen server akan menerima request dari client, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada client.
Berbicara mengenai arsitektur telematika tidak terlepas dari service pada telematika. Service atau layanan tersebut diantaranya:
1. Layanan Informasi
Layanan informasi merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer yang memainkan peran penting dalam komunikasi antar manusia. Ini merupakan klasifikasi dari arus informasi sehingga isi dari presentasi dan informasi tidak tercampur. Layanan informasi mencakup empat hal pola lalu lintas informasi, antar lain: alokasi, pembicaraan, konsultasi dan registrasi.
2. Layanan Keamanan
Merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri atas enskripsi, penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan audit.
3. Layanan Context Aware & Event Base
Istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Menurut kamus, istilah arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain komputer dan semua rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan sebagainya.
Dengan kemajuan telematika yang pesat mendorong munculnya paradigma baru dalam pemrosesan data, yang pada awal perkembangan komputer sangatlah mahal. Saat ini bisa dipangkas menjadi lebih murah. Yaitu apa yang disebut Distributed Processing dimana sejumlah komputer mini komputer, workstation atau personal komputer menangani semua proses yang didistribusikan secara fisik melalui jalur jaringan komunikasi. Salah satu bentuk dari Distributed Processing adalah arsitektur client-server.
Sebelum melangkah lebih jauh, baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai definisi Client dan Server. Server adalah suatu penyedia layanan (pusat) atau service jika terdapat sebuah client yang meminta layanan. Bentuk layanannya pun dapat berupa data, object, control, file dan lain-lain. Sedangkan Client adalah sang peminta layanan. Untuk lokasi atau tata letak antara client dan server, biasanya dapat dilihat dan dibedakan dengan mudah dan jelas. Idealnya, perangkat lunak dari client maupun server harus independent dari perangkat keras maupun platform sistem operasi.Didalam model client-server, biasanya sebuah aplikasi dibagi menjadi 2 bagian yang terpisah, tapi masih merupakan satu kesatuan yaitu komponen client dan komponen server. Komponen client sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen client dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna. Komponen client tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna. Komponen server akan menerima request dari client, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada client.
Berbicara mengenai arsitektur telematika tidak terlepas dari service pada telematika. Service atau layanan tersebut diantaranya:
1. Layanan Informasi
Layanan informasi merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer yang memainkan peran penting dalam komunikasi antar manusia. Ini merupakan klasifikasi dari arus informasi sehingga isi dari presentasi dan informasi tidak tercampur. Layanan informasi mencakup empat hal pola lalu lintas informasi, antar lain: alokasi, pembicaraan, konsultasi dan registrasi.
2. Layanan Keamanan
Merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri atas enskripsi, penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan audit.
3. Layanan Context Aware & Event Base
Istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Kamis, 30 September 2010
Perkembangan Telematika (Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Depan)
.
Orang Indonesia dikenal sering mengadopsi bahasa. Salah satu contohnya adalah kata “TELEMATIKA” yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Dari hasil pencarian makna telematika ternyata merupakan adopsi dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Jadi, pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Berbicara mengenai pengertian dan istilah telematika tidak terlepas dari sejarah dan perkembangan telematika itu sendiri. Perkembangan Teletematika mengalami tiga periode diantaranya:
1. Periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun
1980-an.
2. Periode pengenalan dan pengembangannya, rentang waktunya adalah tahun 1990-an.
3. Periode aplikasi dimulai tahun 2000 sampai dengan sekarang.
Periode Rintisan. Pada tahun 1970 perkembangan telematika di Indonesia sangat terbatas karena perhatian yang minim dari pemerintah dan pasokan listrik yang terbatas pada saat itu. Sehingga Indonesia tidak perduli dengan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980, penggunaan teknologi telematika di Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang kita kenal saat ini yaitu email yang dirintis pada tahun 1980. Sejak periode rintisan inilah beberapa orang di Indonesia belajar menggunakan telematika.
Periode Pengenalan. Teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mulai mengenalnya. Jaringan radio amatir pada awal tahun 1990 mulai ramai. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980, terus berkembang seiring dengan berkembangnya telematika di Indonesia.
Periode Aplikasi merupakan munculnya era dunia digital untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas untuk mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
• Telematika saat ini dan masa depan
Praktisi telematika, termasuk aparat instansi terkait tentu memahami benar situasi dan perkembangan telematika Indonesia saat ini, baik dari sisi kebijakan, regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia, maupun aplikasi. Walaupun beberapa langkah maju telah dilaksanakan, telematika kita relatif masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand, apalagi Singapura. Kita secara umum hanya sedikit lebih baik dari Vietnam dan beberapa negara anggota ASEAN lainnya. Karena itu menjadi sangat menarik untuk mengamati dan memperkirakan kemajuan yang dapat dicapai telematika Indonesia.
Orang Indonesia dikenal sering mengadopsi bahasa. Salah satu contohnya adalah kata “TELEMATIKA” yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Dari hasil pencarian makna telematika ternyata merupakan adopsi dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Jadi, pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalu lintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Berbicara mengenai pengertian dan istilah telematika tidak terlepas dari sejarah dan perkembangan telematika itu sendiri. Perkembangan Teletematika mengalami tiga periode diantaranya:
1. Periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun
1980-an.
2. Periode pengenalan dan pengembangannya, rentang waktunya adalah tahun 1990-an.
3. Periode aplikasi dimulai tahun 2000 sampai dengan sekarang.
Periode Rintisan. Pada tahun 1970 perkembangan telematika di Indonesia sangat terbatas karena perhatian yang minim dari pemerintah dan pasokan listrik yang terbatas pada saat itu. Sehingga Indonesia tidak perduli dengan perkembangan telematika. Memasuki tahun 1980, penggunaan teknologi telematika di Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang kita kenal saat ini yaitu email yang dirintis pada tahun 1980. Sejak periode rintisan inilah beberapa orang di Indonesia belajar menggunakan telematika.
Periode Pengenalan. Teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mulai mengenalnya. Jaringan radio amatir pada awal tahun 1990 mulai ramai. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980, terus berkembang seiring dengan berkembangnya telematika di Indonesia.
Periode Aplikasi merupakan munculnya era dunia digital untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas untuk mulai dilaksanakan dan diaplikasikan. Semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.
• Telematika saat ini dan masa depan
Praktisi telematika, termasuk aparat instansi terkait tentu memahami benar situasi dan perkembangan telematika Indonesia saat ini, baik dari sisi kebijakan, regulasi, infrastruktur, sumber daya manusia, maupun aplikasi. Walaupun beberapa langkah maju telah dilaksanakan, telematika kita relatif masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand, apalagi Singapura. Kita secara umum hanya sedikit lebih baik dari Vietnam dan beberapa negara anggota ASEAN lainnya. Karena itu menjadi sangat menarik untuk mengamati dan memperkirakan kemajuan yang dapat dicapai telematika Indonesia.
Selasa, 04 Mei 2010
Bahaya Optical Mouse
.
Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada pada
handphone.
Telah diketahui secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer.
Pengaruh radiasi dari mouse lebih terasa pada produk-produk berkualitas rendah, karena produk-produk yang bagus memiliki shield (pelindung) untuk melindungi pergelangan tangan.
WHO, GreenPeace, dan CNN sudah menghentikan penggunaan optical mouse untuk seluruh kegiatan di kantornya, sementara Microsoft dan IBM mengucurkan dana sekitar 2 milyar dolar untuk kerjasama pembuatan pointing device yang lebih aman. Industri-industri hardware terbesar di cina dan Taiwan berusaha menutup-nutupi hal ini. Jika diperhatikan, mouse-mouse optical yang beredar di pasaran saat ini diproduksi oleh
merk-merk yang tidak terkenal, padahal itu hanyalah sisa produksi industri besar yang sudah menghentikan penjualan.
Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada padahandphone.
Telah diketahui secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer.
Pengaruh radiasi dari mouse lebih terasa pada produk-produk berkualitas rendah, karena produk-produk yang bagus memiliki shield (pelindung) untuk melindungi pergelangan tangan.
WHO, GreenPeace, dan CNN sudah menghentikan penggunaan optical mouse untuk seluruh kegiatan di kantornya, sementara Microsoft dan IBM mengucurkan dana sekitar 2 milyar dolar untuk kerjasama pembuatan pointing device yang lebih aman. Industri-industri hardware terbesar di cina dan Taiwan berusaha menutup-nutupi hal ini. Jika diperhatikan, mouse-mouse optical yang beredar di pasaran saat ini diproduksi oleh
merk-merk yang tidak terkenal, padahal itu hanyalah sisa produksi industri besar yang sudah menghentikan penjualan.
Sabtu, 10 April 2010
Tips Mempercepat Laju Komputer
.
Terkadang kita merasa jengkel, melihat komputer kita dari hari ke hari semakin lambat saja kinerjanya. Itu mungkin disebabkan karena harddisk sudah penuh atau sudah banyak program yang di instal sedangkan spesifikasi memory computer anda tidak memadai, untuk mengatasi masalah itu saya memberikan tips kepada rekan – rekan. Semoga tips ini bermanfaat bagi yang mempunyai masalah pada komputer yang sangat lelet dan rasanya menjengkelkan sekali.
Ada dua tips yang bisa anda gunakan untuk mempercepat laju komputer anda pertama anda bisa mengaturnya di bagian registry dan di aplikasi control panel.
Langkah Setingan Pada Registry :
Ketik kan regedit pada run lalu tekan ok lalu pilih menu
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CURRENTCONTROLSET\CONTROL\SESION MANAGER\MEMORY MANAGEMENT
Lalu pada disable paging executive nya pilih : 1 (defaultnya 0)
Mempercepat browsing folder :
Pada saat kita membuka folder, XP secara otomatis mencari file network dan printer, sehingga terjadi delay sebentar. Untuk mematikan fitur ini caranya adalah
Open My Computer
Click on Tools menu
Click on Folder Options
Click on the View tab.
Uncheck the Automatically search for network folders and printers check box
Click Apply
Click Ok
Reboot your computer
Semoga tips ini bermanfaat bagi yang punya masalah pada komputer yang lambat "TERIMA KASIH"
Terkadang kita merasa jengkel, melihat komputer kita dari hari ke hari semakin lambat saja kinerjanya. Itu mungkin disebabkan karena harddisk sudah penuh atau sudah banyak program yang di instal sedangkan spesifikasi memory computer anda tidak memadai, untuk mengatasi masalah itu saya memberikan tips kepada rekan – rekan. Semoga tips ini bermanfaat bagi yang mempunyai masalah pada komputer yang sangat lelet dan rasanya menjengkelkan sekali.
Ada dua tips yang bisa anda gunakan untuk mempercepat laju komputer anda pertama anda bisa mengaturnya di bagian registry dan di aplikasi control panel.
Langkah Setingan Pada Registry :
Ketik kan regedit pada run lalu tekan ok lalu pilih menu
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CURRENTCONTROLSET\CONTROL\SESION MANAGER\MEMORY MANAGEMENT
Lalu pada disable paging executive nya pilih : 1 (defaultnya 0)
Mempercepat browsing folder :
Pada saat kita membuka folder, XP secara otomatis mencari file network dan printer, sehingga terjadi delay sebentar. Untuk mematikan fitur ini caranya adalah
Open My Computer
Click on Tools menu
Click on Folder Options
Click on the View tab.
Uncheck the Automatically search for network folders and printers check box
Click Apply
Click Ok
Reboot your computer
Semoga tips ini bermanfaat bagi yang punya masalah pada komputer yang lambat "TERIMA KASIH"
Sabtu, 03 April 2010
Apa Itu Firewall
.
Firewall merupakan suatu cara atau sistem yang diterapkan baik terhadap hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan atau kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN) anda.
Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1. Mesin (Komputer)
Setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
2. Jaringan
Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.
KARAKTERISTIK FIREWALL
1. Seluruh hubungan atau kegiatan dari dalam ke luar , harus melewati firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memblok atau membatasi baik secara fisik semua akses terhadap jaringan Lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang memungkinkan.
2. Hanya kegiatan yang terdaftar atau dikenal yang dapat melewati dan melakukan hubungan, hal ini dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang ditawarkan.
3. Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan atau kelemahan. hal ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan operating system yang relatif aman.
TEKNIK YANG DIGUNAKAN OLEH FIREWALL
1. Service control (kendali terhadap layanan)
Berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek no IP Address dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya.Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri , seperti layanan untuk web ataupun untuk mail.
2. Direction Control (kendali terhadap arah)
Berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang
akan dikenali dan diijinkan melewati firewall.
3. User control (kendali terhadap pengguna)
Berdasarkan pengguna atau user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan untuk membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses keluar, tetapi bisa juga diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar.
4. Behavior Control (kendali terhadap perlakuan)
berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal, firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi atau mencegah spam.
Firewall merupakan suatu cara atau sistem yang diterapkan baik terhadap hardware , software ataupun sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan atau kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN) anda.
Firewall secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1. Mesin (Komputer)
Setiap individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
2. Jaringan
Jaringan komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.
KARAKTERISTIK FIREWALL
1. Seluruh hubungan atau kegiatan dari dalam ke luar , harus melewati firewall. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memblok atau membatasi baik secara fisik semua akses terhadap jaringan Lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang memungkinkan.
2. Hanya kegiatan yang terdaftar atau dikenal yang dapat melewati dan melakukan hubungan, hal ini dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang ditawarkan.
3. Firewall itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan atau kelemahan. hal ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan operating system yang relatif aman.
TEKNIK YANG DIGUNAKAN OLEH FIREWALL
1. Service control (kendali terhadap layanan)
Berdasarkan tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik untuk kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek no IP Address dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya.Bahkan bisa jadi software pada server itu sendiri , seperti layanan untuk web ataupun untuk mail.
2. Direction Control (kendali terhadap arah)
Berdasarkan arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang
akan dikenali dan diijinkan melewati firewall.
3. User control (kendali terhadap pengguna)
Berdasarkan pengguna atau user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan untuk membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses keluar, tetapi bisa juga diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar.
4. Behavior Control (kendali terhadap perlakuan)
berdasarkan seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal, firewall dapat memfilter email untuk menanggulangi atau mencegah spam.
Selasa, 09 Maret 2010
Uninstall Oracle 10g
Beberapa teman saya mengeluh setelah menginstall oracle 10g, yang biasa digunakan untuk mendukung tugas praktikum. Keluhan itu disebabkan karena setelah menginstall oracle kinerja komputer atau leptop menjadi lambat. Jalan pintasnya adalah dengan uninstall software tersebut. Tapi setelah di uninstall kinerja masih tetap lambat. Mungkin masih banyak yang merasa kerepotan dengan cara Uninstall oracle. Karena tidak bisa dilakukan semudah kita uninstall program lain dengan control panel atau software uninstaller 3rd party.
Pengalaman bahwa setelah meng-uninstall oracle masih ada sisa-sisa instalan yang masih bekerja dan terpakai pada komputer atau leptop. Menyebabkan kinerja komputer menjadi lambat dan terganggu karena services-nya mengambil RAM yang cukup besar.
Berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk uninstall oracle 10g sampai ke akar-akarnya. Semoga dapat membantu kalian:
1. Uninstall software Oracle 10g lewat Control panel : Control panel -> Add/Or Remove Program -> Remove Oracle 10g
2. Matikan service Oracle 10g : Run -> services.msc -> Matikan seluruh service Oracle 10g
3. Hapus seluruh registry di regedit : Run -> regedit -> Hapus file berikut:
- HKEY_CURRENT_USER\Software\Oracle
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM\CurrentControlSet \ Services \ OracleDBConsoleorcl
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleJobSchedulerORCL
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1iSQL*Plus
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1SNMPPeerEncapsulator
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1SNMPPeerMasterAgent
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleOraDb10g_home1TNSListener
- HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Services \ OracleServiceORCL
4. Restart komputer.
5. Hapus File dan directory Oracle 10g tempat instalasi Oracle.
6. Tidak lupa file yang ada di direktori C:\Program Files\Oracle juga perlu dihapus.
Jadi, anda tidak perlu takut lagi untuk menginstall oracle 10g pada komputer atau leptop anda. Karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Jika ada yang ingin mendownload oracle 10g, saya berikan link-nya. Klik disini.
Jumat, 05 Maret 2010
Mega Bazaar Computer 2010

Pameran Mega Bazaar Computer 2010 dibuka secara serempak di tujuh kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.
Pameran ini akan digelar selama lima hari, mulai dari 3-7 Maret 2010 di Jakarta Convention Center, Graha Manggala Siliwangi Bandung, Java Mall dan DP Mall Semarang, Jogja Expo Center Yogyakarta, Dome-Universitas Muhammadiyah Malang, Gramedia Expo Surabaya, dan Celebes Convention Center Makassar.
Di Jakarta, pameran Mega Bazaar ke-16 digelar bersamaan dengan pameran industri fotografi Focus Jakarta Photo & Digital Imaging Expo 2010. Tak hanya memamerkan produk-produk terbaru di industri fotografi, pameran ini juga menggelar workshop, seminar, serta kompetisi foto. Mega Bazaar 2010 memilih tag ‘Bazaar Bezar Bezaran’.
Mega Bazaar kali ini juga diisi oleh sejumlah vendor ternama global maupun lokal, sebut saja Acer, Toshiba, Dell, Asus, Zyrex dan lain sebagainya. Tidak hanya vendor komputer, booth juga diisi oleh operator seperti XL, Indosat dan Telkomsel yang menjual beragam keperluan seperti modem, atau ponsel.
Pameran ini merupakan pameran komputer di awal tahun sehingga memilih tema ‘hard selling’, Tidak heran mengapa pihak penyelenggara memilih tema tersebut. Karena nilai tukar dolar terhadap rupiah saat ini terhitung cukup rendah. Pameran ini diikuti oleh tidak kurang dari 100-an peserta. Sementara di hari pertama, pengunjung yang datang ke pameran sudah cukup banyak.
Walaupun ditempat lain digelar Sidang paripurna kedua di gedung MPR-DPR Senayan, yang jaraknya tidak jauh dari tempat diadakannya pameran. Sudah tentu akses jalan menuju senayan dikepung oleh demo besar-besaran yang berimbas pada padatnya lalu lintas, namun itu tidak mengurang antusiasme warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengikuti Mega Bazaar Komputer 2010.

Terbukti bahwa pameran ini disesaki pengunjung sejak jam 10 pagi, bahkan pengunjung semakin ramai menjelang sore hari. Pengunjung yang datang seolah merasa tidak peduli dengan aksi demo yang jarak antara JCC dengan gedung DPR cukup dekat.
Namun demikian, penyelenggara belum dapat mengungkap target pengunjung Mega Bazaar kali ini. Tahun lalu, Mega Bazaar 2009 menargetkan tidak kurang dari 150 ribu pengunjung.
[Sumber]
My Visitors
Blog Archive
Categories
- All About Campus (7)
- Buku (2)
- Event (4)
- Film (4)
- Intermezzo (16)
- Komputer (13)
- Kuliner (1)
- Musik (1)
- Quote (2)
- Tips en Trik (7)
- Tugas (24)
Pesan Admin

Mengenai Saya
- Jijid
- I don't need a friend who changes when I change and who nods when I nod; my shadow does that much better. (Plutarch)





